Wednesday, May 24, 2017

Empat Haiku tentang Lelaki Tanpa Nama



Empat Haiku tentang Lelaki Tanpa Nama


I
Lelaki tanpa nama
Menyantap nila
Lupa derita

II
Lelaki tanpa nama
Mengenang mimpi
Habis secangkir kopi

III
Lelaki tanpa nama
Duduk di tepi kali
Hidupnya sia-sia

IV
Lelaki tanpa nama
Membaca puisi
Jalan yang sunyi

Sleman-Solo, 22-24 Mei 2017
Padmo Adi (@KalongGedhe)

A Man without a Name



A Man without a Name

Saint Paul Riders at Tamblingan Lake, Bali.

A man without a name.
Longing for some love.
Being lost in a life line.
Miles away from forgotten home.
Lovelorn... and alone.
Haunted by the face of black widow.

Sleman, 22 Mei 2017
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Ketika Lonceng Berdentang



Ketika Lonceng Berdentang

Saint Paul Riders. Dokumen pribadi.

Ketika lonceng berdentang,
Mesin harus diderukan.
Itulah tanda saat peziarahan.

Dan ketika saat itu tiba,
Tak seorang pun bisa menunda.
Tidak juga kau!

Bahagiaku hanya satu,
Berkendara bersama Tuhanku,
Menuju ujung cakrawala.

Surakarta Utara, 13 Mei 2014
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Sunday, April 23, 2017

Mereguk dari Payudaramu yang Agung



Mereguk dari Payudaramu yang Agung

Ibu... mengapa...?
Mengapa kaulakukan itu?

Aku mencari anak-anak
hingga ke kota-kota yang jauh
Aku membawa anak-anak itu
untuk menyusu padamu
mereguk dari payudaramu yang agung
yang, kukira, kaya
dipenuhi pengetahuan dan kebijaksanaan

Tapi mengapa...
justru kauhisap mereka
tepat di ubun-ubun?

Surakarta Utara, 23 April 2017
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Monday, April 10, 2017

HANYA MAKI!


HANYA MAKI!

Sungguh aku ingin menulis puisi
Tapi yang kumiliki hanya maki
Kemarahan ini menggumpal
Selalu menghantui bagai ajal

Ingin kupotong tenggorokan itu
Dan kucincang bibir lamismu
Sebab kata yang keluar hanya muka
tapi semuanya tiada yang terbuka

Sungguh aku ingin menulis puisi
Tapi yang kumiliki hanya maki
Kautak pernah anggapku ada
Bagimu tak pernah ada "kita"

Jika bukan karena gadis berkacamata
mungkin perkara akan runyam semata
Dan perutusan juga belum selesai
Belum ada alasan untuk menyeringai

Seumpama aku Ramawijaya
kucampakkan Sinta setelah kuterima
Sayang aku ini Dasamuka
Kujaga Sinta walau dia tak cinta

Sungguh... aku ingin menulis puisi
Tapi aku takut, yang keluar hanya maki!

10 April 2017
@KalongGedhe