Wednesday, June 25, 2014

Kepada Kartika di Jakarta


Kepada Kartika di Jakarta

Sudah lama kita tidak duduk berdua dipayungi gemintang dan diselimuti dingin hawa Salatiga. Aku rindu saat-saat itu, saat di mana aku tak mempedulikan dunia, juga Tuhan, terkecuali kamu. Lalu kubisikkan sebuah puisi tentang kita, lembut, pada telingamu.

Aku mencari-cari aroma tubuhmu... tapi di sini, di Jogja ini, hanya bau aroma asap rokok dan apek tubuhku yang kudapati. Sedang kauberada jauh...tenggelam di antara lautan beton-baja.

Kita membicarakan Tuhan yang sama, tetapi dengan pemahaman yang berbeda. Kita membicarakan cinta yang sama, tetapi dengan pengertian yang tak serupa. Tuhan dan cinta adalah dua kata yang kosong. Kita bisa mengisinya sesuka kita. Celakanya, kita tak sama... tak pernah sama.

Sebab itulah sering kali aku diam. Hanya saja, malam ini aku rindu... rindu pada saat-saat di mana kita duduk berdua dipayungi gemintang dan diselimuti dingin hawa Salatiga.

06 Juni 2014
Padmo Adi

No comments:

Post a Comment