Monday, September 21, 2015

Dia Mau Jadi Belanda

Dia Mau Jadi Belanda

Ka, kenapa kaupakai kebaya?
Bukankah hampir tiap hari 'kau bercelana jeans...
hampir sobek di lutut?
Jawabmu, hendak meneladan sesosok Putri Sejati
harum namanya... .

Gadis Jawa dia
lengkap dengan sanggul dan kebaya
Anak Bupati Jepara
Ningrat Jawa!
Raden Ajeng gelarnya.

Namun, Ka, pernahkah kaubaca suratnya kepada Stella Zeehandelaar?
Tak perlu semua, lima halaman saja... .
Kepada perempuan bule itu dia bicara
dia tak ingin jadi Jawa!
Belenggu semata
Dia ingin jadi Eropa...
jadi Belanda!!!

Dia ingin merdeka, Ka... dari adat Jawa
juga dari suami pilihan orang tua!
Iya, Ka, benar... DIA TAK INGIN MENIKAH!!!
Tapi, dia harus... harus, Ka!
Terpaksa
Sebab, dia berkata,
"Bagi perempuan Islam, tidak kawin adalah dosa."
Tapi dia juga berkata,
"Azab sengsara masih terlalu halus untuk menggambarkan perkawinan!"

Aih... Ka... kiranya 'kau tak pernah membaca surat-suratnya itu...
sebab tentu 'kau akan segera menanggalkan kebayamu, lalu kembali mengenakan hotpants jeans-mu.
Kembali ngeropa...
kembali ngamerika.

Ah, Ka... mengapa tidak kautiru saja Cut Nyak Dien
yang menunggang kuda
atau Martha Christina Tiahahu?!
Mereka jelas-jelas anti-Belanda!
Mereka tidak menyurati nonik Belanda!
Mereka menetak kejantanan para sinyo bule berkulit babi!!!

Ka, idolamu yang berkebaya itu ingin jadi Belanda
bukan Jawa.


Padmo Adi (@KalongGedhe)

No comments:

Post a Comment